Aku menuang segelas anggur lagi untuk diriku lalu menyalakan teleteksnya. Halaman 601. Tidak banyak berita. 703. Kondisi akan tetap bagus minggu ini. Semua yang kami butuhkan. Kembali ke SBS. Masih 0-0. Bagaimana dengan ATS? Ya Tuhan, ada orang yang mendaftar semua pekerjaan jalan di Amsterdam minggu ini. Sementara itu, aku menyalakan komputerku dan membuka Outlook. Aky membiarkan empat pesan tidak terbaca dari kelompok chat Amerika mengenai kanker payudara imflamatori. Aku membuka sebuah surat dari Anne. Bagaimana keadaan Carmen hari ini? Biar Carmen sendiri yang memberitahu Anne besok. 

 

...............................................................................

 

"Kau mengatakannya seolah-olah itu adalah sebuah pencapaian," bentaknya. Aku mendengar helaan napas. Kemudian, dalam suara yang agak lebih ramah, ia berkata, "Biarkan aku sendirian dulu. Semuanya akan baik-baik saja. Bersenang-senanglah di sana dan sampaikan salam sayangku kepada Frank." Ia berusaha membuatnya terdengar setulus mungkin. Aku berkata aku mencintainya dan sampaikan salamku kepada Thomas serta Anne. Carmen diam selama sesaat"

 

................................................................................

 

Aku mendengar pintu depan dibuka. Ia masuk, meletakkan tasnya, menanggalkan jaketnya, dan berjalan lalu duduk di meja dapur.

"Apa kau mau kopi?"

la menggelengkan kepala.

"Aku mau, kalau kau tidak keberatan."

Aku merasakan matanya mengikutiku saat aku membuat kopi untuk diriku sendiri.

"Frank meneleponku pagi ini," Carmen berkata. "Ia bilang kau benar-benar kacau, dan kau menelepon untuk cuti sakit hari ini."

"Emm-yeah..."

"Dengar, Dan. Aku merasa dikhianati olehmu. Dan Anne serta Thomas benar-benar sepakat."

"Hei, aku tidak menyangkanya," aku menggumam.

 

Saduran oleh Erylasmanta Ginting, SH - Kasi Pelestarian Bahan Pustaka/ Pustakawan Muda

Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Karo

"MARI BERAMAI-RAMAI MEMBACA KE PERPUSTAKAAN"